WARUNG POJOK
Terima Kasih Telah Mampir Ke Forum WARUNG POJOK.

Untuk mendapatkan fitur-fitur yang ada di forum ini, anda diharuskan untuk menjadi member/anggota di forum ini, untuk menjadi member atau anggota di forum ini sangat mudah dan tidak berbayar (GRATIS) cukup dengan registrasi dan mengikuti langkah-langkahnya saja dan jangan lupa menulis saran dan kritiknya untuk terbangunnya forum ini.........TERIMA KASIH





Terima Kasih


Staff Forum
WARUNG POJOK
Statistics
Total 513 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah adeliabohay

Total 5051 kiriman artikel dari user in 2922 subjects
User Yang Sedang Online
Total 4 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 4 Tamu

Tidak ada

User online terbanyak adalah 62 pada 28/7/2014, 23:37

You are not connected. Please login or register

NIH ASAL MUASAL KATA "BAJINGAN"

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 NIH ASAL MUASAL KATA "BAJINGAN" on 20/7/2010, 20:10

ontamamen


Moderator
Moderator
Asal Muasal Kata "BAJINGAN"




Apakah anda sering mendengar kata makian "bajingan"
yang sering terlontar dari mulut orang-orang yang lagi marah,
berkelahi, atau frustasi. Kalok iya, apakah anda sekalian tahu arti
asli dari "bajingan" itu sendiri?? Kalok belom, cekidooooot deh..

[You must be registered and logged in to see this image.]
badjingan

Badjingan adalah sebuah istilah yang muncul di tanah
Jawa untuk menunjuk seorang pengendara gerobak sapi. Dalam salah satu
novel triloginya Ahmad Tohari, Ronggeng Dukuh Paruk,
istilah ini akan sering kita temui. Lantas kenapa istilah badjingan
kemudian bergeser menjadi sebuah kata makian, padahal kata itu adalah
merujuk sebuah profesi seseorang.


Kata Orang2 tua kita sih mungkin gara-gara cerita berikut :

Dahulu kala pada tahun 1940an, didaerah (Notog -
Banyumas) sarana transportasi sangat sulit untuk ditemui. Masyarakat
yang ingin berkegiatan di kota seperti berdagang, atau hanya mejeng
biasanya menggunakan jasa gerobak sapi (baca :nebeng).

Waktu itu, badjingan merupakan satu-satunya transportasi yang bisa
diandalkan oleh masyarakat pinggiran untuk membawa mereka ke kota,
selain berjalan kaki tentunya.

Namun, kedatangan badjingan ini tidak tentu, kadang bisa siang hari,
pagi hari, bahkan tengah malam. Karena ketidakpastian waktu tersebut,
masyarakat yang ingin nebeng, kalok nggak beruntung ya bisa berjam-jam
nunggu itu badjingan.

Nah, muncullah sebuah kalimat umpatan yakni "Bajingan suwe temen sih
tekane!" yang artinya : Bajingan lama banget sih datengnya. Dari situ
badjingan mengalami pergeseran makna menjadi kata umpatan.

Dahulu pun, umpatan bajingan hanya digunakan sebagai analogi atas
keterlambatan sesuatu atau seseorang, misalnya "Sekang ngendi bae koe,
suwe temen sih kaya bajingan" yang artinya : Darimana aja kamu, lama
bener kayak bajingan.

Namun, pada masa sekarang bajingan menjadi kata umpatan yang lebih umum
dan tidak merujuk pada kekesalan mengenai keterlambatan atas sesuatu.


Semoga Mencerahkan kita smua ya(macem bener aje ni TS..) [You must be registered and logged in to see this image.]

Sumber : edited from:kaskus.us

Moderator Umum


Moderator
Moderator
yatta

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik